Kamis, 21 Maret 2013

REDAKAN STRES DENGAN SENI WALL PAPER


wall paper

Bisnis Arsitektur

Dinding polos, terkadang bisa membosankan. Agar terkesan lebih menarik dan atraktif, mungkin Anda butuh membubuhkan motif di atasnya. Dulu untuk urusan ini, wallpaper menjadi solusinya. Namun, seiring tren perkembangan desain interior yang terus berkembang, wallpaper boleh dibilang kuno. Pasalnya, kini ada teknik menghias dinding yang lebih cepat, praktis, dan memberikan hasil akhir yang lebih bagus.
Wall art , itulah teknik terbaru membuat motif pada dinding. Dibanding wallpaper, pemasangan wall art lebih cepat dan praktis. Selain itu, wall art juga bisa dipakai ulang berkali-kali dan tahan lama. "Solusi paling tepat untuk memodifikasi dinding tanpa menggunakan wallpaper adalah dengan menggunakan wall art. Dengan ukuran 500 mm x 500 mm kita sudah bisa membuat tampilan dinding cepat lebih hidup.
Materialnya sendiri biasanya terbuat dari bambu dan diolah dalam bentuk kertas," kata arsitek Ari Indra. Selain permainan warna dan motif yang bervariasi, dekorasi dinding wall art memiliki tampilan tiga dimensi yang sangat menarik jika diaplikasikan padan dinding atau plafon Anda. Terlebih lagi bila ditambahkan sedikit pantulan cahaya, maka suasana yang dihadirkan akan menjadi lebih hidup.
Melihat perkembangan teknologi, desain, dan kebutuhan manusia yang serba instan, maka wall artadalah pilihan yang sangat tepat untuk diaplikasikan pada interior rumah Anda. "Wall art bukan hanya memiliki tampilan yang menarik, cara pengaplikasiannya juga mudah, cepat, dan bisa dikerjakan sendiri tanpa membutuhkan tenaga profesional, seperti memasang wallpaper," tambah Ari.
Sebenarnya, bahan yang digunakan wall art tidak berbeda jauh dengan wallpaper. Keduanya sama-sama terbuat dari kertas. Hanya, yang membedakan dari segi tampilan dan ketahanannya. "Wall art lebih cenderung berani memainkan tampilan yang mencolok sehingga bisa menimbulkan kesan yang asli. Peralatan yang dibutuhkan untuk memasang juga mudah didapatkan, seperti gunting atau cutter, penggaris, ampelas halus, cat semprot, kuas, dan spon pembersih," ungkap Ari.
Wall art memiliki beberapa keunggulan daripada jenis material pelapis dinding yang lain. Wall art memiliki tampilan tiga dimensi (3D), bahan material wall art juga lebih tahan lama dibandingkan wallpaper. Tak hanya itu, wall artjuga dapat dibongkar- pasang tanpa harus takut merusak dinding dan dapat dipakai kembali meski telah dibongkar-pasang. Jika Anda bosan dengan motif atau warna dari wall art tersebut, jangan khawatir karena Anda hanya cukup mengubah wall artyang Anda pakai tanpa harus menggantinya dengan yang baru.
Sedikit tips, jika Anda adalah tipe orang yang mudah bosan, saat memberi perekat pada lembaran tersebut jangan terlalu banyak. Berikan hanya pada ujung-ujungnya dan bagian tengahnya, tapi jangan terlalu banyak juga. Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah melepaskan wall art dan mencoba untuk mengganti rangkaian motifnya.
"Cara yang paling mudah dalam merombak wall art adalah dengan mengganti finishingnya dengan cat tembok. Untuk penambahan kesan seperti rustik, modern, klasik, atau pop art, Anda bisa memberikan efek pada permukaannya," tutur Ari. Pemberian lighting atau efek pencahayaan, terutama dengan lampu sorot bisa menciptakan efek menarik yang berbeda-beda. (bn/dari berbagai sumber)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar